Senin, 01 Februari 2010

Gurihnya Keuntungan Budidaya Udang



Budidaya Udang Vaname Sangat Menguntungkan

Tiga Bulan Sudah Bisa Panen, dan Langsung Balik Modal

Udang merupakan salah satu komoditas perikanan yang memberi kontribusi besar dalam nilai ekspor. Selain itu budidaya udang bisa mendatangkan keuntungan yang cukup besar terutama untuk Udang Vaname yang bisa mencapai 46%. Sedangkan udang Windu meskipun harga jualnya menurun sejak tahun 2000 namun tetap diminati masyarakat karena ukurannya lebih besar, dan rasa dagingnya lebih manis serta lebih lembut.

Kendala dan Risiko Usaha Budidaya Udang

Dari segi non teknis kendala budidaya udang bisa terjadi karena mahalnya harga benur, dan harga pakan yang terus naik. Padahal, biaya produksi udang biasanya sekitar 70% dari harga jual, dan pengeluaran untuk pakan paling besar mencapai 60%.
Risiko budidaya yang dialami berupa penyakit. Selain penyakit white spot yang ditandai dengan terdapatnya bintik-bintik putih pada tubuh udang, virus yang sering menyerang udang yakni Mio. Ditandai dengan tubuh udang berwarna seperti udang rebus (jika sudah para) atau terdapat warna putih seperti kapas (ketika belum terlalu parah). Pencegahan dapat dilakukan antara lain dengan bio security yaitu tidak meminjam alat produksi dari tetangga, membasmi inang-inang penyebab penyakit seperti kepiting, dan menghalau hewan pembawa penyakit seperti dari burung.
Probiotik berupa bakteri jenis lactobacillus juga berguna dalam menguraikan bahan organic dalam air kolam. Pemberian probiotik bisa dilakukan ketika persiapan air dalam tambak dan rutin dalam proses budidaya, yaitu 2 kali seminggu dengan dosis 0,5-1 ppm. Pergantian air juga merupakan salah satu cara pencegahan. Prosesnya tergantung kepadatan kolam, lazimnya dilakukan tiap 3 hari sekali, yakni sebanyak 5-10% air diganti.

Untuk mengetahui Direktori Usaha Budidaya Udang bisa di lihat di Gurihnya Keuntungan Budidaya Udang
http://mekarraya.blogspot.com/2010/02/gurihnya-keuntungan-budidaya-udang.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar